Kadis Kesehatan Sumut Dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes: Jaga Daya Tahan Tubuh Agar Tidak Terkena Virus Corona

TOLAK CORONA: Kadis Kesehatan Sumut Dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) LPBI Nahdlatul Ulama (NU) Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi serta dosen dan mahasiswa menyatakan sikap “Tolak Virus Corona” di Medan, Sabtu (7/3)

Medan (SIB)

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Institut Teknologi Medan (ITM) menggelar seminar nasional bertajuk “Upaya Menanggulangi Wabah Virus Corona” di aula kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (7/3).

Seminar menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Pemprovsu Dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes sebagai pemateri dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi.

Tampak hadir pada seminar itu Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc, Wakil Rektor II dan IV, H Munajat SE MSi dan Ir Mustafa MT, Kabiro Humas H.M Vivahmi Manafsyah SH Msi, Ketua PK PPMII ITM M Fahri Azmi dan Ketua Panitia Ginda Hasibuan.

Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc menyatakan apresiasinya kepada mahasiswa yang menggelar seminar. “Salut terhadap mahasiswa ITM yang membuat kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Ramlan mengatakan, wabah virus corona yang bermula dari Wuhan, China menyebar ke berbagai negara di belahan dunia. Kini virus itu pun telah menghampiri Indonesia mengakibatkan masyarakat resah. Akibatnya, timbul ketakutan luar biasa sehingga masker pun langka diperoleh karena pembeliannya diborong oleh massa.

“Langkanya masker itu apakah ini bentuk ketakutan atau bentuk kecurangan perdagangan dengan memborong habis sehingga sekarang harganya pun mahal,” katanya.

Dia menilai kondisi ini menandakan ketakutan yang sangat luar biasa. Namun demikian, dia yakin seminar ini punya konsep bagaimana cara atau upaya penanggulangan yang bisa diinformasikan kepada masyarakat agar tidak resah. “Upaya dibungkus dengan doa. Mudah-mudahan Corona segera berakhir dari bumi ini,” katanya.

Seminar diawali dengan deklarasi siap antisipasi virus Corona yang menyatakan masyarakat kampus Sumut siap mengantisipasi wabah virus corona.

“Lawan Corona, Lawan Corona,” teriak sejumlah perwakilan mahasiswa, dosen dan mahasiswa undangan dari perguruan tinggi lain dipimpin Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi dan Kadis Kesehatan Sumut Dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes.

Dalam paparannya, Kadis Dr Alwi Mujahid menuturkan virus corona yang disebut Covid-19 ini tingkat kefatalannya hanya 3,44 persen dan menerpa telah menerpa 88 negara. Dari 94 ribu kasus, 4 diantaranya ada di Indonesia (Jakarta) “Sebelumnya kita pernah diterpa SARS, angka kematiannya 9 koma sekian persen . Sedangkan MERS masih satu familinya corona yang virusnya berbentuk seperti crown (mahkota), angka kematiannya 26 koma sekian,” katanya.

Dibanding yang lain, corona ini yang paling sedikit angka kematiannya. Corona lebih ringan case fatalitynya (tingkat kefatalannya ), jauh lebih rendah angka kematiannya dari dua jenis virus yang lain tersebut.

Disebutkannya, dari 95 ribu orang positif terdeteksi virus corona berdasarkan data Kamis lalu, yang dinyatakan sembuh sempurna sebanyak 59 persen.”Yang mati hanya tiga persen sekian. Diperkirakan penderita lainnya nanti bisa sembuh sempurna dengan tingkat kematian paling tinggi 4 persen,” katanya.

Alwi Mujahid juga mengungkapkan, dari angka kematian 3,4 persen ditemukan fakta bahwa kematian akibat virus corona ada juga diakibatkan dengan penyakit yang lain. Misalnya, penderita sebelumnya mengidap sakit jantung, kemudian kena virus corona sehingga memberatkan penyakitnya. Jadi kalau daya tahan tubuh yang tinggi , diperkirakan seseorang tidak terkena corona, kalaupun kena, akan sembuh dengan sempurna. Jaga daya tahan tubuh , agar tidak terkena virus corona,katanya.

Sebelumnya, Ketua PW LPBI NU Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi yang juga pembina PK PMII menyayangkan berita-berita di medsos yang mengolok-olok virus corona. “Padahal, virus itu telah menelan korban jiwa. Bahkan, di Indonesia saja sudah 4 orang yang terdeteksi positif virus ini,” ujarnya.

Menurut Hamzah masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan menyikapi virus itu. Bersikap berlebihan menurutnya membuat orang-orang ragu untuk saling berjabat tangan. Dia juga berharap jangan sampai ada larangan sholat berjamaah di masjid bagi jamaah yang sedang batuk pilek dan demam karena ketakutan yang berlebihan. “Jagalah kesehatan, dekatkan diri pada Allah. Lakukan aksi bersama untuk menanggulanginya dengan menggelar seminar. Ini upaya yang bisa dilakukan secara kolektif,” katanya.